TM : Transplantasi Jantung Selama 24 Jam oleh Dr. Zbigniew Religa

Transplantasi Jantung Selama 24 Jam oleh Dr. Zbigniew Religa



Disusun oleh :

Dzakira Thalita Zahra (X-A)

Imelda Syavina Pratiwi (X-A)

Kiara Adelia (X-B)

Silma Anaya Dyandra (X-B)



Sekolah Menengah Atas 1 Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta

Tahun Ajaran 2025/2026








Transplantasi jantung pertama di Polandia dilakukan pada tanggal 5 November 1987, di Rumah Sakit Universitas Medis di Warsawa, Polandia. Prosedur ini dipimpin oleh Profesor Zbigniew Religa, seorang ahli bedah jantung terkenal di Polandia. Operasi tersebut merupakan langkah penting dalam perkembangan ilmu kedokteran di negara tersebut, karena transplantasi jantung pada waktu itu masih merupakan prosedur yang baru dan kompleks di banyak negara.

Profesor Religa dan tim medisnya berhasil melakukan transplantasi jantung pertama yang sukses di Polandia, meskipun tantangan teknis dan medis yang besar dihadapi. Pasien yang menerima transplantasi tersebut berhasil bertahan hidup dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang baik setelah operasi. Keberhasilan ini membuka jalan bagi perkembangan lebih lanjut dalam bidang transplantasi organ di Polandia dan berkontribusi pada kemajuan teknologi medis di negara tersebut.

Salah satu kemajuan teknologi tersebut terdapat pada alat pengukur gelombang suara. Sebelumnya, gelombang suara adalah getaran yang merambat melalui media, seperti udara, benda padat, atau air. Gelombang suara memiliki frekuensi yang berbeda, di ukur dalam Hertz (Hz). Frekuensi suarabyang bisa di dengar oleh manusia hanya rentang 20Hz sampai 20.000Hz. Nah, alat pengukur gelombang suara tersebut ialah ultrasound. Ultrasound adalah gelombang suara dengan frekuensi di atas 20.000Hz, yang tidak dapat di dengar manusia. Ultrasound mampu menembus jaringan tubuh dan menghasilkan gambar organ yang internal, termasuk jantung.


- Bagaimana ultrasound digunakan untuk mendiagnosis kondisi jantung? Ultrasound digunakan dalam prosedur medis yang di sebut ekokardiografi untuk menghasilkan gambar detail jantung. Ada 3 cara ultrasound membantu diagnosis kondisi jantung, yaitu: 

1. Mengevaluasi fungsi jantung: ultrasound bisa digunakan untuk mengukur seberapa baik jantung memompa darah. Hal ini penting dalam mendiagnosis kondisi seperti gagal jantung atau kardiomiopati.

2. Melihat struktur jantung: ultrasound bisa melihat struktur jantung secara langsung termasuk ukuran dan bentuk ruang jantung. Ini membantu dalam mendeteksi kelainan skruktur seperti penyakit jantung bawaan atau kerusakan kutup jantung

3. Mendeteksi aliran darah: ultrasound mengukur kecepatan dan arah aliran darah melalui jantung menggunakan teknik doppler. Hal ini membantu mendeteksi masalah seperti penyempitan pembuluh darah.


- Keuntungan penggunaan ultrasound dalam diagnosis jantung:

1. Non-invasif: ultrasound tidak memerlukan sayatan/ suntikan ke tubuh, jadi tidak menimbulkan rasa sakit.

2. Detail: ultrasound menghasilkan gambar detail struktur fungsi jantung

3. Real-time: gambar ultrasound menghasilkan gambar secara real-time, agar dokter melihat gerakan jantung secara langsung


Anestesi sangat penting dalam prosedur bedah jantung untuk memastikan pasien tidak merasa sakit dan tetap stabil. Pada umumnya, anestesi umum digunakan, membuat pasien tidak sadar selama operasi. Prosesnya meliputi induksi (pemberian obat tidur), pemeliharaan (menggunakan obat selama operasi), dan monitoring kondisi vital pasien.

Selain itu, anestesi lokal atau regional bisa digunakan dalam prosedur minor atau tahap tertentu. Anestesi juga membantu mengatur fungsi tubuh seperti detak jantung, tekanan darah, dan pernapasan selama operasi. Ahli anestesi memantau pasien secara ketat selama dan setelah prosedur untuk mencegah komplikasi dan memastikan kenyamanan pasien pascaoperasi.

Pada berjalaan nya operasi ini, Dr. Zbigniew Religa menggunakan anestesi. Anestesi adalah tindakan yang dilakukan Dr. Zbigniew sebelum operasi dimulai. Bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan efek kebas di bagian tubuh di bagian tertentu selama proses pembedahan. Anestesi merupakan istilah yang merujuk pada kondisi ‘kehilangan sensasi’. Seseorang akan kehilangan sensasi untuk merasakan rasa sakit atau hilang kesadaran secara sementara. Obat anestesi memiliki empat jenis, yaitu anestesi umum, lokal, regional, dan obat penenang.

1. Anestesi lokal

Anestesi lokal adalah anestesi yang digunakan untuk memberikan sensasi rasa kebas di area tubuh tertentu. Meski tidak merasakan rasa sakit, pasien masih bisa merasakan tekanan atau gerakan. Jenis ini tidak menyebabkan pasien kehilangan akan kesadarannya. 

Anestesi lokal memiliki tiga fungsi, salah satu fungsi anestesi ini untuk nengobati rasa sakit. Caranya dengan menggunakan semprotan dan gel yang dijual bebas. Anestesi dalam bentuk gel atau semprotan tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah penyakit yang tergolong ringan, seperti sakit tenggorokan dan sariawan. Sementara dalam bentuk suntikan dan obat steroid, ini bertujuan untuk mengatasi nyeri sendi. Fungsi ke-dua yaitu anestesi ini berfungsi sebagai prosedur minor, tujuannya adalah membantu pasien tetap rileks dan bebas rasa sakit selama prosedur pengobatan. Biasanya, anestesi bertujuan untuk pelaksanaan prosedur biopsi, cabut gigi, dan pengangkatan tahi lalat. Fungsi yang ke-tiga adalah sebagai prosedur utama agar pasien tetap terjaga, tapi tidak merasakan sakit sama sekali. Contoh pelaksanaan prosedurnya, yakni operasi otak. Selain itu, jenis anestesi lokal ini juga berfungsi untuk mencegah rasa sakit setelah operasi besar.

2. Anestesi regional

Anestesi regional dapat menyebabkan mati rasa. Namun, dokter biasanya menggunakan jenis anestesi ini untuk memberikan sensasi kebas di area bagian tubuh yang lebih besar, mulai dari pinggang ke bawah. Anestesi regional tersedia dalam bentuk epidural atau blok tulang belakang.

Epidural adalah prosedur yang biasanya digunakan selama proses persalinan, prosedur ini memiliki cara kerja yaitu meringankan rasa nyeri, sehingga ibu yang mengandung dapat tetap mengejan untuk melahirkan secara normal. Sedangkan blok tulang belakang adalah prosedur yang cara kerjanya menyuntikkan di area tulang belakang ibu hamil sebelum persalinan sesar. Kedua jenis anestesi tersebut dilaksanakan menggunakan penyuntikan obat bius ke tulang belakang. Tujuannya untuk menghentikan sinyal rasa sakit yang kembali ke otak.

3. Anestesi umum

Anestesi ini digunakan untuk membuat keadaan pasien menjadi tidak sadar, tetapi tetap terkendali. Bertujuan untuk memastikan bahwa pasien yang menjalani operasi tidak merasakan sakit dan tidak bergerak selama prosedur terlaksana.

Jenis anestesi ini umumnya diberikan sebelum prosedur pembedahan dilakukan. Bentuknya berupa gas yang berada didalam tabung. Kemudian, pasien akan menghirup gas tersebut melalui masker. Selain itu anestesi juga dapat diberikan langsung melalui suntikan ke dalam pembuluh darah.

Anestesi ini dapat langsung bekerja setelah satu menit diberikan kepada pasien. Kemudian, pasien akan pingsan dan tidak sadarkan diri. Kemudian dokter akan memantau dan memastikan bahwa pasien tetap berada dalam keadaan tidak sadar selama prosedur sedang berlangsung.

4. Sedasi

Dokter menggunakan sedasi atau obat penenang untuk membuat pasien merasa lebih rileks. Anestesi ini terkadang dapat mengakibatkan pasien menjadi mengantuk. Jenis anestesi ini dilakukan sebelum melakukan operasi kecil dan yang tidak rumit. Cara kerjanya dengan menyuntikkan obat ke dalam pembuluh darah pasien. Efeknya, yakni mengantuk, tetapi masih bisa berbicara dan tidak merasakan sakit.


Dari kisah perjalanan transplantasi jantung Dr. Zbigniew Religa ini mencantumkan sifat kode etik Pasal 275 ayat (1) UU Kesehatan yang menyebutkan bahwa tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menjalankan praktik pada fasilitas pelayanan kesehatan wajib memberikan pertolongan pertama untuk melakukan penyelamatan nyawa pada pasien dalam keadaan gawat darurat dan pencegahan kedisabilitasan


Pada pembahasan ini, kita juga dapat menemukan peran seorang dokter dalam dua sudut pandang agama yang berbeda yaitu agama Islam dan agama Kristen.


Jika dalam ajaran Agama Islam kita dapat membahas soal Hifz Al Nafs yang dapat berarti memelihara jiwa atau menjaga keselamatan diri, yang mencakup kebutuhan dasar seperti makan, minum, dan kesehatan, serta menghindari hal-hal yang membahayakan dalam ajaran islam.

Dalam Islam, hifz al-nafs memiliki kedudukan yang penting, karena jiwa manusia adalah amanah dari Allah SWT. Oleh karena itu, setiap orang diwajibkan untuk menjaga jiwanya dan jiwa orang lain. 


Sedangkan pada aspek Kristiani, dapat diambil dari Galatia 5:22-23, yang berisikan

"Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu."

Pada aspek Kristen, sikap Dr. Zbigniew Relaga ialah mengasihi kepada sesama. Hal tersebut merupakan salah satu nilai utama dalam kekristenan. Dokter Zbigniew mengorbankan waktu dan hal lainnya agar dapat mempertahankan kehidupan dari pasiennya tanpa mengharapkan imbalan besar dalam bentuk uang. Namun lain dari hal itu Dr. Zbigniew juga mengimplementasikan kesetiaan pada konteks seorang dokter, menyelamatkan nyawa pasien adalah tindakan cinta tanpa pamrih, menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap kehidupan orang lain sampai akhir jabatannya.




Daftar Pustaka


Zembala, M. (2012). Professor Zbigniew Religa (1938–2009): An outstanding cardiac surgeon. Director, Chancellor, member of Parliament, Senator, and Minister. Cardiology Journal, 19(1), 110–112.

History In Pictures. (2022, August 15). Dr. Zbigniew Religa completes the first-ever heart transplant in Poland, 1987 – The surgery took 23 hours to complete. Dr. Religa is looking at the monitor while his assistant sleeps in the corner.

Siloam Hospitals. (2025). Anestesi (Bius): Tujuan, Jenis, Prosedur, & Efek Samping.

Papadacci, C., Finel, V., Villemain, O., Tanter, M., & Pernot, M. (2020). 4D ultrafast ultrasound imaging of naturally occurring shear waves in the human heart.

Bibel, Alkitab. Galatia 5:22-23.

al-Raysuni, Ahmad.

"Hifz al-Nafs: A Fiqh Perspective on Preserving Life.

" Journal of

Islamic Studies, V ol. 19, No. 3, 2008.

Komentar